Senin, 22 Mei 2017

Saat Anak Kepergok Nonton Film Porno, Apa yang harus di lakukan?

Syok luar biasa pastinya, ketika Anda mendapati si praremaja Anda sedang asyik menonton adegan-adegan erotis film porno di layar laptop. Anda spontan berteriak, sementara si praremaja mematung dengan wajah tak berdaya, merasa bersalah, sekaligus ketakutan. Ya, rasanya memang campur aduk, antara tak percaya, marah, gemas, dan takut. Sebagai orang tua, Anda juga merasa bersalah karena tak bisa menjaga dan melindungi anak dari pengaruh buruk.

Sekadar marah-marah dan melarang  jelas bukan solusi bijaksana. Apalagi, seks sesungguhnya bukanlah perbuatan kotor dan menjijikkan yang perlu dijauhi, apalagi dihindari manusia. Justru sebaliknya, seks adalah perbuatan alamiah sebagai sarana reproduksi manusia dan ungkapan kasih sayang dua orang yang saling mencintai.

Yang jadi masalah, anak Anda belum cukup umur untuk mengenal seks sejauh itu, meski secara alamiah, bisa jadi ia sudah memiliki dorongan seksual, sehingga dikhawatirkan ia akan ketagihan dan lupa akan tugas-tugasnya sebagai anak, seperti belajar dan bermain. Bukan itu saja, yang juga membuat Anda cemas, tontonan video porno tidak hanya menyajikan adegan-adegan seks yang konvensional, melainkan juga yang hard core, bahkan yang menyimpang. Misalnya, adegan-adegan sadomasokis, seks anal, homoseksual, seks ramai-ramai, dan sebagainya.

Untuk itu, coba ikuti panduan yang dilansir dari www.pesona.co.id di bawah ini, jika Anda memergoki si praremaja sedang menonton film porno:

1. Tarik napas, tekan dan tenangkan emosi Anda. Ini memang tidak mudah, tapi percayalah, bersikap tenang jauh lebih baik ketimbang marah-marah, panik, atau histeris. Bila Anda bersikap tenang, anak akan lebih mudah didekati dan diajak bicara. Sebaliknya, bila orang tua histeris atau marah-marah, anak akan menjauh dan menutup diri.

2. Menetralkan situasi. Bahwa anak Anda merasa malu terhadap perbuatannya sendiri, itu pasti; meskipun di permukaan ada anak yang berusaha terlihat tak peduli. Bahkan, bisa jadi anak akan merasa jijik terhadap dirinya sendiri. Karena itu, orang tua harus menormalkan situasi untuk mengurangi rasa malu (dan jijik) yang dirasakan anak Anda.

Baca juga: Film Tidak Layak Ditonton Anak

3. Cari tahu sejauh apa ia menonton. Karena kemungkinan besar anak Anda sudah menyaksikan lebih dari satu tayangan, bahkan mungkin sudah sering, cobalah memancing ia untuk buka-bukaan tentang sejauh mana yang sudah pernah ia saksikan, dan adakah (adegan-adegan) yang membuat ia bertanya-tanya atau penasaran.

4. Jadikan ini kesempatan emas untuk memberi penjelasan yang proporsional dan mendidik tentang seks. Bahwa seks sesungguhnya bukanlah yang hal yang dihindari, asalkan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa dan sudah terikat perkawinan.  Bahwa bila sudah waktunya, ia juga boleh melakukannya dengan pasangan sahnya. Sebelum tiba waktunya, biarkan hal itu tetap jadi misteri yang indah.

5. Jelaskan bahwa hubungan seks harus dilakukan atas dasar cinta, sehingga harus dilakukan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, bukannya dengan kekerasan atau penyimpangan-penyimpangan lain. Ini untuk mencegah anak menyimpan memori tentang perilaku seks yang menyimpang, atau bahkan menjadikannya sebagai referensi.

6. Jelaskan pula tentang bahaya kecanduan menonton tayangan pornografi, khususnya bagi anak-anak. Cobalah menjelaskan bahwa tontonan seperti itu akan membuat anak jadi lupa belajar, lupa bermain, lupa berteman, dan tak ingin melakukan kegiatan-kegiatan lain yang mengasyikkan.

7. Ajak anak melakukan kegiatan-kegiatan di luar rumah yang sesuai minatnya, seperti ikut sekolah sepak bola, kursus membuat animasi komputer, dan sebagainya, sehingga pikirannya tidak lagi hanya terpaku pada tontonan porno. Pada saat bersamaan, mintalah bantuan ahli IT untuk memblokir situs-situs porno di laptop pribadi anak Anda, juga di smartphone anak Anda.


www.parenting.co.id

Minggu, 21 Mei 2017

BILA ANAK ANDA BICARA KASAR COBA LAKUKAN 10 Hal Ini



PERTANYAAN :
Apa yang bisa di lakukan ketika anak balita suka berkata kasar?

JAWABAN
Anak sering bereksperimen dengan kata, dan sangat ingin tahu bagaimana orang dewasa akan bereaksi. 
Hampir semua anak pernah mengatakan atau mengekspresikan kata kasar. Meski begitu, sering kali ia tidak tahu arti kata yang diucapkan. Bisa jadi, ia hanya mencari perhatian Anda, merasa senang atau bangga melihat reaksi ‘kaget’ dan perasaan tidak nyaman orang dewasa akibat perilakunya itu. Itulah pendapat dari Yapina Widyawati seorang psikolog dari Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya, Jakarta yang di lansir parenting.co.id

Patner parenting, Anak adalah peniru yang ulung, terkadang anak melakukannya karena belajar dari teman bermain di sekolah atau dari sang kakak di rumah atau justru dari tontonan yang di konsumsi setiap hari baik dari televisi maupun games, youtube.Tetapi jangan kwatir Anda bisa mencegah perilaku tersebut, dengan memberi contoh berbahasa yang baik. Anak belajar dari orang tuanya, sebagai orang dewasa pertama di sekitarnya. Jika Anda bisa mengontrol cara bicara baik pada anak yang lainya, pada suami, istri atau pada assisten rumah tangga, anak akan meniru. Beri kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan rasa marah atau kesal kepada orang tua. Hal itu bisa menurunkan kemungkinannya berkata kasar saat marah.

PERHATIKAN HAL YANG PENTING
Tetaplah tenang dan kendalikan diri! Cobalah diam sesaat agar anda bisa bereaksi dengan tenang dan mengeluarkan nada suara yang ‘normal’. Lalu cari penyebabnya dan berilah perhatikan pada penyebab kenapa anak berkata demikian.


LAKUKAN 10 HAL DI BAWAH INI :

  •  Abaikan saja/Cuekin, saat anda mengabaikan/cuek maka anak tidak punya alasan mengulang perkataannya. anda tidak perlu meneriaki atau bereaksi berlebihan  ketika ia mengatakan hal tersebut.
  • Dengan tenang anda tanyakan  “Apa yang tadi kamu katakan? Apakah kamu tau artinya?
  •  Tanyakan " Kenapa kamu harus mengatakan/bertindak seperti itu.
  • Mencoba berempati kepada situasi hati anak. Katakan, “ Kelihatannya kamu kesal, ya?” dan bantulah menyelesaikan konflik
  •  Katakan terus terang keberatan Anda. Misalnya, “Bunda paham kalau kamu marah, tetapi tidak perlu mengatakan hal itu karena kata-kata/tindakan itu tidak pantas di ucapkan/dilakukan oleh anak anda.
  • Jika anak terus menggunakan kata-kata kasar atau melakukan perbuatan yang kasar maka berikan ia konsekuensi, tegakan aturan di rumah ( Baca "mendidik anak dengan aturan yang jelas ) Misalnya kalau tetap kasar tidak boleh nonton TV selama 1 minggu, tidak dapat uang jajan dll dan kalau ia berhasil mengurangi kata-kata tersebut, maka Anda memberi ia hadiah berikan pujian, pelukan, tambahan waktu bermain/nonton tv atau hadiah yang lainya). 

  • Berikan waktu khusus untuk memotifasi anak anda baik dengan bercerita atau nonton bersama bagaimana pentingnya menjadi anak yang baik

  • Kartu teladan, anda bisa membuat kartu teladan yang berisikan point atau nilai dari 10-100, kartu teladan kan di terima anak anda ketika anak anda berkata baik atau berhasil tidak berkata kasar di hari itu, kemudian point akan di hitung  setiap 3 bulan sekali atau 1 tahun sekali misalnya di hari raya/lebaran. point akan di tukarkan pada 

  • Ajarlah anak anda dengan sabar bagaimana berkata dan bertindak yang baik agar di terima di lingungan dan berikan pemahaman bahwa tindakan kasar itu tidak di benarkan dan tidak di Sukai Tuhan

  • Ajaklah beribadah menurut agama anda, agar selalu dekat dengan Tuhan. berikan dan ceritakan teladan-teladan para Nabi Besar. 
Oleh K.PJ dan dari beberapa sumber

Senin, 20 Maret 2017

Bolehkah Menghukum Anak Kita


Kalau ada pertanya anak Bolehkah kita menghukum anak kita sendiri, atau anak didik kita di sekolah? Saya menjawab boleh dan silahkan.
 

Boleh menghukum tapi tau waktunya kapan dan berapa lama, mari kita bahas tentang menghukum dan apa yang harus kita perhatikan.

SATUAN WAKTU

      Satu konsep tentang hukuman adalah adanya satuan waktu.   Kalau kita menghajar setiap waktu itu bukan mendidik, bukan mendisiplin anak, tetapi ngamuk dan amarah, itu hoby atau kebiasaan, bahkan perilaku yang keluar dari hati yang jahat.  Jika orang tua menghajar setiap waktu, anak tidak akan hormat  tetapi takut, kita perlu membuat anak hormat dengan orang tua dan bukan takut dengan orang tua.

      Kapan kita mendisiplin anak ? Saat anak berbuat yang melanggar aturan, etika, norma atau hukum yang kita buat.  Seberapa lama kita mendisiplin anak ?  Sesuai fungsi hukuman adalah untuk menyadarkan kesalahan, jika anak sudah merasa salah maka kita harus berhenti menghukumnya.  Jangan anak sudah merasa dan menyadari kesalahannya, kita masih ngomel, marah, berteriak-teriak, karena kita merasa belum selesai berbicara, belum puas. “Lihat mama, mama belum selesai biacara! ...bla bla bla.....”  Dan kita berbicara terus ‘nyerocos’ sampai puas.  Ini tidak mendidik,  ini amarah.

      Misal kita menghukum dengan ‘memarahi’ selama 5 menit, anak sudah menyadari kesalahannya, dan kita tetap meneruskan ‘didikan’ kita, sampai 15 menit, ini justru merusak fungsi didikan di 5 menit pertama tadi.  Karena anak bisa saja mendengar yang kita ucapkan, tetapi dalam hatinya mereka berkata;

“Mama bawel, mama bawel…   .!”
“Emangnya gue pikirin!” 
“Banyak omong lu ... emangnya gue dengerin... ”

      Anak tidak jadi menyadari kesalahannya, tetapi justru membenci atau kepahitan, merasa diperlakukan tidak adil atau diperlakukan seperti ‘anak kecil’.
      Janganlah marah berubah menjadi amarah (atau marah-marah), menjadi dendam, menjadi menyerang pribadinya dan bukan kesalahannya.  Biarlah marah adalah bagian mendidik, yang dilakukan secara sadar dan terkendali, ada satuan waktu dan ukurannya.

      Orang bijak berkata: “Boleh marah, tetapi jangan sampai matahari terbenam dan masih ada amarahmu”  Orang Jawa di kampung saya sering berkata; “Kalau sudah Mahgrip jangan marah-marah nanti ada setan lewat”

      Saya  menasehati, supaya marah tidak berubah menjadi dosa, marah ada waktunya, tidak boleh terus terbawa hingga esok hari, artinya menjadi kebencian atau dendam.  Jangan  sampai  menjadi ‘persepsi’ kita akan anak tersebut.  Anak bisa berbuat kesalahan, tetapi tidak berarti itu kepribadian anak, karena kepribadian sendiri bisa dibentuk dengan cara mendidik yang benar.  Jika membangun persepsi yang salah tentang si-anak dan setiap kali marah, selalu mengungkit ungkit kesalahan sebelumnya untuk memperkuat argumen kita, bahwa anak ‘memang begitu’, maka ini berbahaya, karena anak akan menjadi ‘begitu’ karena dipersepsikan ‘begitu’.

Kamis, 06 Oktober 2016

GURU JAMAN DAHULU VS JAMAN SEKARANG

Pujianto & Beberapa sumber
Banyak guru mengeluh karena tugas guru jaman sekarang sangatlah banyak. 
Guru tidak hanya mengajar di depan siswa, tapi masih harus memikirkan masalah administrasi yang sangat banyak seperti program semester, RPP, dll. 
Selain itu masih ada juga tuntutan moral guru sebagai seorang pendidik yang diharapkan mampu menanamkan nilai dan budi pekerti yang baik ke anak-anak. Dengan tuntutan pekerjaan yang begitu banyak, ironisnya penghargaan kepada profesi guru itu semakin berkurang. 
Itulah Tuntutan guru di jaman sekarang, banyak guru yang mengeluh bahkan marah ketika menghadapi tekanan termasuk tekannan bagi orang tua murid yang seringkali menuntut lebih agar anak-anaknya nyaman dan berprestasi
Berbeda dengan Guru-guru jaman dulu, jaman dahulu guru sangatlah dihormati, baik oleh murid-muridnya maupun oleh masyarakat. Guru masih dianggap sebagai pekerjaan yang mulia dan terpandang. Derajat guru dalam sosial masyarakat bahkan terkadang lebih ditinggikan dibanding konglomerat di daerah itu.

Selasa, 27 September 2016

PAKET PERTUNJUKAN PANGGUNG BONEKA/PUPPET SHOW

PILIH  PAKET PERTUNJUKAN PANGGUNG BONEKA/PUPPET SHOW 

Inilah Paket-paket Hiburan untuk memeriahkan acara-acara di sekolah maupun perayaan hari istimewa anak-anak anda.

1. PANGGUNG BONEKA SHOW
 
PAKET STANDAR  
Harga : RP. 1.200.000 ( Satu Juta Rupiah ) 
1. Penampilan cerita Panggung Boneka
2. Bagi bagi hadiah, Quiz ( 10 Hadiah )
3. 100 Ballon twisting

PAKET KEREN 
Harga : Rp. 1.600.000,- ( Satu Juta Enam Ratus Ribu Rupiah )
1. Penampilan cerita Panggung Boneka2. Fun Games dan Quiz ( 20 Hadiah )
3. 100 Ballon twisting
4. Bonus Edumagic

PAKET GOLD 
Harga : Rp. 3.200.000,- ( Tiga Juta Dua Ratus Ribu rupiah )
1. Penampilan cerita Panggung Boneka
2. Fun Games dan Quiz ( 25 Hadiah )
3. 150 Ballon twisting
4. Bonus Edumagic
5. Bonus MC selama acara
5
2. EDUMAGIC SHOW
      Harga : Rp. 850.000,- Sudah termasuk hadiah

3. BALLON TWIS SHOW (MAGIC BALLON)
     Harga : Rp. 750.000,-
     a. Hiburan Ballon twis show
     b. Mendapatkan 120 ballon twis 

Silahkan Menghubungi :
HP/WA : 0812 8641 0808
atau alamat email kami
pedomangurukreatif@yahoo.com

Rabu, 25 November 2015

BAGAIMANA MENGAJARKAN CALISTUNG PADA ANAK USIA DINI

PAUD/TK adalah masa pra- sekolah bukan sekolah yang sebenarnya. anak baru latihan sekolah, agar nanti pada saatnya sekolah yang sebenarnya tidak kaget, anak baru latihan bangun pagi, latihan belajar termasuk kegiatan belajar membaca, Menulis dan berhitung. jangan paksakan anak untuk cepat bisa menulis, membaca dan menghitung.

Anak baru mengenal hufuf belum belajar membaca, baru mengenal angka dan mulai belajar berhitung bukan belajar matematika, jadi tidak boleh dipaksa untuk bisa membaca, tidak boleh di paksa untuk menghitung  menjumlahan, perkalian seperti anak yang sudah masuk di sekolah dasar. anak yang di paksa di pra sekolah maka dalam tingkat SD kelas 3-4 biasanya anak sudah mulai bosen, dari bosen membaca, stress dan tidak sedikit membrontak, males bangun pagi, males belajar dan males datang ke sekolah, sekolah akan menjadi kegiatan yang menyebalkan.

Guru PAUD harus bisa menemukan metode-metode dalam kegiatan belajar misalnya metode cara membaca dan berhitung. 

Carilah metode-metode yang kreatif untuk mengajar CALISTUNG pada anak usia dini agar anak akan merasa senang .


BAGAIMANA MENGAJAR KAN CALISTUNG 
PADA ANAK USIA DINI 


1. Lewat permainan, tebak huruf, tebak angka, tebak warna, tebak
      bentu, lomba cari huruf dan angka, kumpulkan balok angka, 
    menyusun angka dan huruf, tendang angka dan huruf dan 
    lain-lain yang intinya anak-anak akan mengenal berbagai angka 
    dan huruf.

2. Tebalkan Hufuf dan angka 

     Buatlah hufuf dengan garis yang tipis, kemudian suruhlah anak 
     untuk menebalkan dan menyebutkan huruf/angka apakah itu, 
     ulangi terus menerus.

3. Melihat suku kata bukan di eja, misalnya kuda, bukan di eja
            K-U = KU dan D-A = DA bukan seperti itu tapi, KU dan DA 
    kuda berikan gambarnya KU dan DA menjadi KUDA


4. Lengkapi huruf yang hilang, misalnya KU_A atau AN_SA dan
    lain lain. mulailah dari satu huruf, besok dua huruf dan 
    seterusnya sampai dengan satu suku kata, dan tetap sertakan   
    gambarnya

5. Tempelkan huruf, angka dengan warna bentuk yang cocok, atau  
     cocokan suku kata dengan gambar yang cocok.

6. Hitunglah benda di sekitar anak

    (Selanjutnya bisa buat kegiatan Outbound Kalistung)

PERTUNJUKAN PANGGUNG BONEKA DI SEKOLAH

Acara khusus bisa di isi dengan Pertunjukan panggung boneka
Anak-anak akan terkesan dengan keseruan cerita yang di perankan oleh karakter-karakter boneka yang di perankan oleh pappeter atau pemain boneka